KUNINGAN – Yayasan Tri Mulya Tri Wikrama bersama Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) menggelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Paseban Tri Panca Tunggal, Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu, 19 Agustus 2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut mengusung tema “Rukun Sama Teman, Merdeka Bertumbuh, Merdeka Bercita-cita, Merdeka Berekspresi, Merdeka Melestarikan Budaya, Merdeka Berkarya.”
Peringatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Prof. Dr. H. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D.; perwakilan Pengurus Pusat ICRP Prof. Dr. Chandra Setiawan, M.M., Ph.D.; Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si.; unsur Forkopimda; jajaran pendidikan; tokoh agama; tokoh masyarakat; tokoh pemuda; serta para pelajar.
Prof. Dr. H. Atip Latipulhayat mengatakan bahwa Hari Anak Nasional tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan seremonial. “Kita hadir untuk menegaskan komitmen bahwa anak adalah masa depan bangsa, masa depan daerah, dan masa depan Kabupaten Kuningan, ” ujarnya.
Menurutnya, anak bukan hanya penerus pembangunan, tetapi pemilik masa depan yang harus dipersiapkan sejak sekarang. Pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Kita harus memastikan mereka tumbuh dengan aman, sehat, bahagia, berkarakter, dan berbudaya serta memiliki kesempatan untuk belajar, berani bermimpi, mampu berekspresi, dan mempunyai ruang untuk berkarya, ” lanjutnya.
Tema kegiatan mengajak seluruh elemen masyarakat membangun persahabatan dan kerukunan antaranak sekaligus memberikan kebebasan positif agar mereka dapat tumbuh, bercita-cita, berekspresi, melestarikan budaya, dan menghasilkan karya.
Babinsa Koramil 1515/Cigugur Serka Ahmad Haepi bersama personel terkait turut mendukung pengamanan kegiatan. Kehadiran aparat menjadi bagian dari sinergi TNI, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman serta ramah bagi anak.
Kegiatan tersebut diharapkan meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak anak sekaligus mendorong lahirnya generasi yang berkarakter, percaya diri, kreatif, berbudaya, dan mampu memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
Peringatan HAN 2026 berlangsung dengan melibatkan pemerintah, aparat kewilayahan, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, dan pelajar. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menyediakan ruang yang aman, sehat, dan positif bagi anak-anak untuk tumbuh serta mewujudkan cita-citanya. (PERS)

Wardi.